Bukabaca.id — Maros— Pemerintah Kabupaten Maros melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus berupaya memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025.
Hingga akhir Agustus, realisasi PAD Maros baru mencapai Rp191 miliar atau 55,81 persen dari target Rp342 miliar.
PAD Maros sendiri bersumber dari berbagai sektor, antara lain:
Pajak Daerah (PBB-P2, BPHTB, Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak Hiburan, Pajak Reklame, Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan, Pajak Air Tanah, serta Pajak Parkir).
Retribusi Daerah (pemanfaatan barang milik daerah, retribusi perikanan, retribusi jasa umum dan jasa usaha).
Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan.
Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah.
Dari sektor pajak, hingga Agustus 2025 PBB-P2 baru terkumpul Rp12,3 miliar dari target Rp40,5 miliar. Sementara BPHTB mencapai Rp25,7 miliar dari target Rp62 miliar. Pajak hotel, restoran, dan hiburan juga masih perlu didorong, meski beberapa sektor seperti RSUD dr. La Palaloi dan Dinas Kesehatan mencatatkan capaian tinggi.
Sekretaris Daerah (Sekda) Maros, Andi Davied Syamsuddin, menegaskan Pemkab tetap optimis realisasi PAD bisa mendekati 98 persen pada akhir tahun.
“Memang ada sektor yang masih rendah, termasuk PBB dan pariwisata. Tapi pengalaman sebelumnya, penerimaan triwulan IV selalu meningkat tajam. Dengan kerja sama semua OPD, kami yakin target tetap bisa dikejar,” jelasnya.
Untuk menggenjot capaian, Bapenda Maros telah menyiapkan sejumlah strategi, di antaranya:
Optimalisasi Pajak Lapangan melalui pendataan langsung di 14 kecamatan.
Sosialisasi Wajib Pajak agar lebih taat, termasuk edukasi digital payment.
Kerja sama lintas OPD untuk memperkuat basis data dan potensi pajak.
Pemanfaatan Duta Pajak sebagai figur publik dan role model.
Kepala Bapenda Maros, M. Ferdiansyah, menyebut kehadiran Duta Pajak menjadi salah satu terobosan dalam strategi sosialisasi.
“Duta Pajak kami libatkan agar pesan taat pajak lebih mudah diterima masyarakat, khususnya kalangan muda. Mereka menjadi role model yang bisa menginspirasi wajib pajak untuk sadar bahwa pajak adalah kontribusi nyata bagi pembangunan,” ujarnya.
Ferdiansyah menambahkan, pihaknya juga mendorong aparatur sipil negara (ASN) untuk menjadi teladan dalam kepatuhan pajak, terutama pajak kendaraan bermotor.
“ASN dan Duta Pajak adalah contoh yang harus ditiru masyarakat. Dengan cara ini, kami yakin realisasi PAD akan bergerak lebih cepat,” tegasnya.
Dengan strategi yang terintegrasi, Bapenda Maros optimis tren positif PAD tahun ini akan terus berlanjut hingga akhir 2025.

Komentar
Posting Komentar