Langsung ke konten utama

PAD Maros Baru Capai Rp191 Miliar, Sekda Optimis Tembus 98 Persen hingga Akhir 2025

 


Bukabacaid. Maros— Sulsel. Capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Maros baru menyentuh Rp191 miliar, hingga akhir Agustus 2025.


Angka itu setara dengan 55,81 persen dari target Rp342 miliar yang ditetapkan pada tahun ini.

Sekretaris Daerah (Sekda) Maros, Andi Davied Syamsuddin, mengakui ada sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang masih rendah capaian bulanannya.

Beberapa sektor pajak dan retribusi juga masih belum menunjukkan hasil maksimal.


Misalnya, pajak bumi dan bangunan (PBB) baru terkumpul Rp12,3 miliar atau sekitar 30,39 persen dari target Rp40,5 miliar.

Kemudian, bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) baru mencapai Rp25,7 miliar atau 41,52 persen dari target Rp62 miliar.


“Pajak perhotelan tercatat Rp1,9 miliar atau 55,74 persen dari target Rp3,5 miliar,” kata Mantan Kadis DLH ini, saat ditemui usai rapat evaluasi PAD, Senin (8/9/2025).


Andi Davied menyebutkan pendapatan retribusi juga masih rendah.


Retribusi pemanfaatan barang milik daerah (BMD) di Dinas Pertanian misalnya, baru Rp15 juta atau 15,55 persen dari target Rp100 juta.


“Retribusi di Dinas Perikanan baru menyumbang Rp580 juta atau 64,47 persen dari target Rp900 juta,” bebernya.


Sektor pariwisata yang digadang-gadang bisa menopang PAD, justru baru menghasilkan Rp1,9 miliar atau 21,30 persen dari target Rp9 miliar.


Meski begitu, kata dia, ada beberapa sektor yang cukup tinggi capaian penerimaannya.


Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. La Palaloi misalnya, sudah berhasil mengumpulkan Rp47,2 miliar atau 85 persen dari target Rp55 miliar.


Dinas Kesehatan juga sudah menyumbang Rp17,3 miliar atau 63 persen dari target Rp27,2 miliar.


“Sementara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mencatat Rp155 juta atau 89 persen dari target Rp175 juta,” imbuhnya.


Ia menjelaskan, khusus sektor pariwisata, capaian rendah tak lepas dari kondisi sosial ekonomi masyarakat yang masih lesu dan berdampak pada pergerakan kunjungan.


“Kalau untuk alat dan mesin pertanian (alsintan), memang kondisinya sudah tidak maksimal. Biaya pemeliharaannya lebih besar dibandingkan peluang pendapatan yang bisa dihasilkan,” katanya.


Ia menyebut, Bupati Maros sudah menyarankan agar alat yang tidak lagi produktif dihapuskan dari sumber pendapatan.


“Untuk pengadaan alsintan itu bukan kewenangan pemerintah daerah. Kita hanya menggunakan, tidak mengadakan,” jelasnya.


Meski capaian hingga Agustus masih di bawah 60 persen, Mantan Camat Bontoa ini tetap optimistis realisasi PAD Maros bisa tembus di kisaran 96–98 persen pada akhir tahun.


“Biasanya PBB di triwulan IV baru tinggi akselerasinya. Tahun sebelumnya juga bisa tembus 98 persen,” ucapnya.


Optimisme yang sama juga diungkapkan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Maros, M Ferdiansyah.


Menurutnya, ada faktor kebijakan pemerintah pusat yang membuat realisasi sejumlah pajak berkurang.


“Sekitar Rp10 miliar berpotensi hilang karena adanya kebijakan Kementerian Perumahan yang membebaskan BPHTB untuk rumah subsidi masyarakat berpenghasilan rendah. Ada 2.400 dokumen yang digratiskan,” ungkap Ferdiansyah.


Mantan Kadis Pariwisata ini menegaskan secara umum capaian pajak tahun 2025 lebih baik dibandingkan periode sebelumnya.


“Tahun lalu dari pajak hanya terkumpul Rp105 miliar. Tahun ini sampai Agustus sudah Rp121 miliar. Artinya ada kenaikan Rp16 miliar,” jelasnya.


Ferdiansyah menyebut, jika tren positif ini berlanjut, target PAD Maros diyakini tetap bisa dikejar hingga akhir tahun anggaran.(*)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dekranasda Maros Gelar Beragam Lomba dan Workshop Digital untuk Pelaku UMKM

BUKABACA.ID. MAROS –  Maros — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) ke-45, Dekranasda Kabupaten Maros menggelar sejumlah agenda perlombaan dan pameran produk lokal yang berlangsung meriah di Gedung Serbaguna Kabupaten Maros, Selasa (14/11/2025). Kegiatan tahun ini mengusung tema “Perajin Berdaya Mendunia”, sebagai wujud semangat untuk menguatkan kapasitas para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta perajin lokal agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional. Fitriani, Ketua Panitia, kepada awak media. “Alhamdulillah, hari ini Dekranasda Kabupaten Maros kembali bisa melaksanakan kegiatan HUT Dekranasda dengan semangat dan antusiasme yang luar biasa dari para pelaku UMKM dan masyarakat,” ujar fitri dalam sambutannya. Fitriani, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dekranasda Kabupaten Maros, menjelaskan bahwa dalam rangkaian kegiatan HUT kali ini terdapat sejumlah lomba dan kegiatan edukatif yang melibatkan ...

Tingkatkan Minat Belajar Outing Class, SPNF SKB Ujung Pandang Nobar Film “Pulang Tak Harus Rumah”

Bukabaca.id — Makassar —  SPNF SKB Ujung Pandang menggelar agenda kunjungan Outing Class di salah satu Mall Kota Makassar, pada kesempatan ini seluruh peserta diberikan tugas menulis rangkuman tentang film layar lebar yang baru saja tayang di Studio CGV Phinisi Point Mall. Kamis lalu (18/1/2023) Adapun film layar lebar yang di tonton oleh peserta SPNF SKB Ujung Pandang berjudul “Pulang Tak Harus Rumah” film yang disutradarai oleh Rusmin Nuryadin memiliki tujuan khusus, yaitu memperkuat pendidikan karakter, karena hal ini sangat relevan dengan situasi saat ini. Makanya film ini akan ditujukan kepada penonton dari kalangan siswa SD, SMP, dan SMA. Kepada awak media, Kepala SPNF SKB Ujung Pandang, Dra. Hj. Sitti Halija, M.Pd mengatakan, kami mengajak seluruh siswa untuk melihat secara langsung tentang alur cerita dari film ini, yang dimana di latar belakangi dengan budaya Bugis dan Makassar. Dengan nilai-nilai dan makna dari tontonan yang ditampilkan sangat relevan dengan situasi sekar...

Logo Pariwisata Kabupeten Maros

Berikut adalah penjelasan lengkap tentang logo/branding Pariwisata Kabupeten Maros. MAROS EXPLAIN CELEBES    (MAROS EXOTIC PLACE IN CELEBES)            Sumber: Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kabupaten Maros ON S...