Langsung ke konten utama

Maros Raih Penghargaan Nasional atas Inovasi Fiskal Ramah Lingkungan dan Gender

 



Bukabaca.id— Maros— Pemerintah Kabupaten Maros kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini, penghargaan diraih atas keberhasilan menerapkan skema fiskal inovatif yang mendukung pelestarian lingkungan dan kesetaraan gender.


Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, menerima penghargaan sebagai Pemerintah Daerah Terbaik dalam Penerapan Ecological Fiscal Transfer (EFT) Responsif Gender dari Koalisi Masyarakat Sipil Pendanaan Perlindungan Lingkungan (KMS-PPL). 


Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, pada Selasa (5/8/2025) di Hotel Aryaduta, Jakarta.


Muetazim menjelaskan, Kabupaten Maros telah mengadopsi kebijakan EFT sejak 2022 melalui program Transfer Anggaran Kabupaten Berbasis Ekologi (TAKE), sebagai bentuk insentif fiskal bagi desa-desa yang menjaga kelestarian lingkungan dan menerapkan prinsip inklusi sosial.


“Kami mereformulasi skema dana desa menjadi tiga komponen: alokasi dasar 60 persen, alokasi proporsional 36 persen, dan 4 persen TAKE berbasis kinerja desa,” jelas Muetazim.


Kinerja desa diukur dari empat aspek utama yaitu perlindungan lingkungan hidup, ketahanan bencana, penyerapan anggaran, serta pembangunan yang responsif gender dan inklusif.


Menurut Muetazim, kebijakan TAKE tidak hanya berdampak positif terhadap pelestarian lingkungan, tetapi juga mendorong transformasi ekonomi desa berbasis ekologi, serta memperkuat partisipasi kelompok rentan.


“Ini adalah bentuk nyata dari pembangunan yang berpihak pada lingkungan dan masyarakat secara menyeluruh,” ujarnya.


Muetazim juga memaparkan capaian signifikan Kabupaten Maros dalam Indeks Desa Mandiri (IDM). Pada tahun 2024, tercatat 55 desa berstatus Mandiri (68,75%), meningkat pesat dari tahun 2021 yang belum memiliki Desa Mandiri dan masih terdapat tiga Desa Tertinggal.



Sejak 2022, total anggaran TAKE yang telah dialokasikan mencapai Rp11,4 miliar. Dana ini juga mendukung penerapan prinsip GEDSI (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion) melalui berbagai kegiatan desa yang melibatkan perempuan, anak, dan kelompok disabilitas.


“Kebijakan fiskal ini menjadi penggerak kesadaran kolektif dan tata kelola desa yang lebih inklusif,” tutup Muetazim. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dekranasda Maros Gelar Beragam Lomba dan Workshop Digital untuk Pelaku UMKM

BUKABACA.ID. MAROS –  Maros — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) ke-45, Dekranasda Kabupaten Maros menggelar sejumlah agenda perlombaan dan pameran produk lokal yang berlangsung meriah di Gedung Serbaguna Kabupaten Maros, Selasa (14/11/2025). Kegiatan tahun ini mengusung tema “Perajin Berdaya Mendunia”, sebagai wujud semangat untuk menguatkan kapasitas para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta perajin lokal agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional. Fitriani, Ketua Panitia, kepada awak media. “Alhamdulillah, hari ini Dekranasda Kabupaten Maros kembali bisa melaksanakan kegiatan HUT Dekranasda dengan semangat dan antusiasme yang luar biasa dari para pelaku UMKM dan masyarakat,” ujar fitri dalam sambutannya. Fitriani, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dekranasda Kabupaten Maros, menjelaskan bahwa dalam rangkaian kegiatan HUT kali ini terdapat sejumlah lomba dan kegiatan edukatif yang melibatkan ...

Tingkatkan Minat Belajar Outing Class, SPNF SKB Ujung Pandang Nobar Film “Pulang Tak Harus Rumah”

Bukabaca.id — Makassar —  SPNF SKB Ujung Pandang menggelar agenda kunjungan Outing Class di salah satu Mall Kota Makassar, pada kesempatan ini seluruh peserta diberikan tugas menulis rangkuman tentang film layar lebar yang baru saja tayang di Studio CGV Phinisi Point Mall. Kamis lalu (18/1/2023) Adapun film layar lebar yang di tonton oleh peserta SPNF SKB Ujung Pandang berjudul “Pulang Tak Harus Rumah” film yang disutradarai oleh Rusmin Nuryadin memiliki tujuan khusus, yaitu memperkuat pendidikan karakter, karena hal ini sangat relevan dengan situasi saat ini. Makanya film ini akan ditujukan kepada penonton dari kalangan siswa SD, SMP, dan SMA. Kepada awak media, Kepala SPNF SKB Ujung Pandang, Dra. Hj. Sitti Halija, M.Pd mengatakan, kami mengajak seluruh siswa untuk melihat secara langsung tentang alur cerita dari film ini, yang dimana di latar belakangi dengan budaya Bugis dan Makassar. Dengan nilai-nilai dan makna dari tontonan yang ditampilkan sangat relevan dengan situasi sekar...

Pemkab Maros Dukung Peluncuran Program Beasiswa Ruang Kedinasan 2025

  Bukabaca.id— MAROS—  Pemerintah Kabupaten Maros menunjukkan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan bagi generasi muda dengan mendukung penuh peluncuran Program Beasiswa Ruang Kedinasan Maros 2025. Ini merupakan hasil kolaborasi antara Ruang Kedinasan Indonesia, Pemkab Maros, dan Dewan Pendidikan Nasional Kabupaten Maros. Founder Ruang Kedinasan Indonesia, Muhammad Aminuddin, Program beasiswa ini dirancang untuk memberikan peluang seluas-luasnya kepada pelajar Maros agar dapat melanjutkan pendidikan ke sekolah-sekolah kedinasan unggulan tanpa terkendala biaya. “Beasiswa yang ditawarkan mencakup pelatihan intensif, modul pembelajaran, tryout rutin, hingga pendampingan personal dalam menghadapi seleksi masuk sekolah kedinasan,” katanya di gedung Creativ Hub Perpustakaan daerah Maros, Sabtu (5/6/2025). Ia juga mengatakan, sebagai bentuk dukungan konkret, Pemkab Maros juga mendirikan Ruang Kedinasan Maros, sebuah fasilitas yang akan menjadi pusat pembinaan, konsultasi, dan...